Bacaan Niat, Doa, Tata Cara Sholat Tasbih Lengkap Dengan Jumlah Rakaatnya

Berikut bacaan niat, doa, tata cara Sholat Tasbih lengkap dengan jumlah rakaatnya dalam artikel ini.

Diketahui, malam Nisfu Sya’ban jatuh pada hari ini, Kamis (17/3/2022).

Sementara itu, mengutip dari laman kemenag Jatengsecara harfiyah istilah Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban.

Dalam malam nifsyu Sya’ban, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

Salah satunya adalah melaksanakan Sholat Tasbih.

Mengutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslim oleh Ust.M. Syukron MaksumSholat Tasbih adalah sholat sunah yang di dalamnya banyak dibaca tasbih.

Apabila sholat ini dilakukan dengan jumlah 4 rakaat, bacaan tasbih ini bisa mencapai 300 kali.

Kemudian jika sholat ini dilakukan pada siang hari, sebaiknya 4 rakaat tersebut dilakukan dalam satu salam.

Lalu jika dikerjakan pada malam hari, sholat ini dilakukan dengan 2 salam.

Tata Cara Sholat Tasbih

Diberitakan sebelumnya, berikut ini tata cara melaksanakan sholat Tasbih:

1. Berdirilah lurus menghadap qiblat, lantas ucapkan lafazh niatnya (diwaktu malam) seperti berikut:

USHALLI SUNNATAT TASBDHI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALAA. ALLAHU AKBAR.

Baca juga :  Bacaan Doa Nabi Yunus Agar Terlepas Dari Kesulitan, Surat Al Anbiya Ayat 87

Artinya: “Aku niat shalat tasbih dua raka’at, karena Allah. Allahu Akbar”.

2. Setelah selesai membaca do’a Iftitah, lalu membaca surat pendek, kemudian sebelum ruku’ bacalah “Tasbih” 15 kali, yaitu:

SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR

Artinya: “Maha suci Allah Yang Maha Esa, segala puji bagi Allah dan Allah dzat yang Maha Agung”.

3. Kemudian ruku’, dan setelah membaca tasbih ruku’, lalu membaca pula tasbih seperti tersebut di atas 10 kali, kemudian i’tidal.

4. Setelah selesai tahmid i’tidal, lantas membaca pula tasbih di atas 10 kali, lantas sujud.

5. Di waktu sujud, sehabis tasbih sujud, kemudian membaca tasbih seperti tersebut di atas 10 kali, lalu duduk antara dua sujud.

6. Setelah selesai membaca do’a duduk antara dua sujud, lantas membaca tasbih seperti tersebut di atas 10 kali, kemudian sujud kedua.

7. Pada sujud kedua setelah selesai membaca tasbih seperti di atas 10 kali, lantas sebelum berdiri ke raka’at kedua, kita hendaknya duduk istirahat, lalu sambil duduk istirahat itu kita membaca tasbih seperti tersebut di atas 10 kali.

Baca juga :  Surat Al-Kahfi Dalam Arab Dan Latin, Sunah Dibaca Tiap Jumat

Jika dihitung, kita sudah membaca Tasbih sebanyak 300 kali jika sholat Tasbih dilakukan empat rakaat.

Doa setelah Sholat Tasbih

Setelah selesai melaksanakan sholat Tasbih, kita dianjurkan untuk membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُك تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَك،

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِزُنِي عَنْ مَعَاصِيكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِك عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاك وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْك حَتَّى أَخْلُصَ لَك النَّصِيحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُونَ أُحْسِنَ الظَنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّورِ. ا هـ وَفِي رِوَايَةٍ خَالِقِ النُّورِ

Allâhumma innî as’aluka taufîqa ahlil hudâ, wa a‘mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta‘abbuda ahlil wara‘i, wa ‘irfâna ahlil ‘ilmi hattâ akhâfak.

Allâhumma innî as’aluka makhâfatan tahjizunî ‘an ma‘âshîka hattâ a‘mala bi thâ‘atika ‘amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hattâ unâshihaka bit taubah, khaufan minka hattâ akhlusha lakan nashîhata hayâ’an minka wa hattâ atawakkala ‘alaika fil ’umûri kullihâ wa hattâ akûna ’uhsinuz zhanna bika, subhâna khâliqin nûr (lain riwayat khâliqin nâr).

Baca juga :  Bacaan Surat Al Kahfi Ayat 1-20, Lengkap Dengan Tulisan Arab, Latin & Terjemahannya

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara’, dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu.

Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Mahasuci Engkau Pencipta cahaya (lain riwayat, Pencipta api).”

(/Farrah/Whiesa/Widya)