Ibu Menyusui Boleh Berpuasa, Tapi Ada Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan

Laporan Wartawan , Aisyah Nursyamsi

JAKARTA – Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik pada bayi, terutama di enam bulan pertama pascakelahiran.

Manfaat ASI baik secara biologis dan psikologi. Begitu juga pada intelektual bayi.

Oleh karenanya pemberian ASI pada bayi menjadi penting. Di sisi lain, sebentar lagi memasuki bulan Ramadan.

Sebagian ibu yang saat ini menyusui tentu sedang bertanya-tanya. Apakah mereka boleh menjalani ibadah puasa? Apa dampaknya bagi kualitas ASI?

Terkait hal ini, Dokter Spesialis Anak dr Melisa Lilisari SpA MKes menyebutkan tidak mengapa ibu menyusui berpuasa. Namun, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Baca juga :  Bacaan Niat Serta Doa Puasa Senin Kamis, Lengkap Dengan Latin, Arab, Dan Terjemahannya

Pertama, status nutrisi ibu diharapkan dalam kondisi baik.

Selain itu diperhatikan pula situasi lingkungan dan cuaca. Apakah cuaca terlalu panas dan sebagainya. Perlu pula menyesuaikan dengan aktivitas ibu.

“Selain itu yang perlu ditekankan berulang-ulang adalah asupan nutrisi cairan ibu saat sahur dan berbuka. Dan terakhir, diperhatikan usia bayi. Apakah masih usia ASI ekslusif, enam bulan pertama atau mendapatkan MPASI,” ungkapnya pada acara Virtual Media Briefing Bamed, Kamis (31/3/2022).

Apa yang terjadi pada ibu menyusui saat berpuasa? Menurut dr Melisa, pada ASI ada dua hal nilai, kualitas dan kuantitas. Dari segi kuantitas, penelitian mengungkapkan jika suplai ASI tidak berkurang saat berpuasa.

Baca juga :  Bacaan Surat Yasin, Ayat 1-83 Dalam Tulisan Arab Dan Latin Beserta Artinya

Hukum umum dianut, bahwa suplai ASI itu akan tetap berlangsung selama pengosongan payudara tetap berlaku walau berpuasa.

Sedangkan dari segi kualitas, ASI mengandung dua hal yaitu makro nutrien dan mikronutrien. Pada penelitian, memang ada yang berkurang saat berpuasa. Seperti magnesium dan kalium.

“Namun hal ini bersifat sementara. Akan tergantikan saat ibu makan kembali. Karena kebutuhan harian, tidak menganggu kualitas ASI,” kata Melisa menambahkan

Lantas bagaimana keadaan ibu menyusui ketika berpuasa? Normalnya, situasi ibu akan tetap baik jika kebutuhan nutrisi dapat tercukupi dan tidak ada penyakit penyerta.

Baca juga :  Surat Al-A'la Ayat 1-19: Tulisan Arab, Latin, Dan Terjemahan Dalam Bahasa Indonesia

Ia pun mengingatkan jika untuk memproduksi ASI dibutuhkan sejumlah energi. Energi ini bisa didapat pada sahur dan berbuka. Namun perlu diingat, ibu punya rambu-rambu yang perlu diwaspadai.

Pertama jika berat badan turun lebih dari satu kilo perminggu, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter. Kedua, memantau tanda akut pada ibu dengan melihat tanda-tanda dehidrasi.

“Jarang buang air kecil dan air seni berbau dan pekat. Pandangan berkurang kunang, sakit kepala dan muntah. Jika terjadi, itu pertanda jika ibu membutuh cairan segera,” pungkasnya.