Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5 SD Halaman 35 37 41 42 Buku Tematik Pembelajaran 3 Subtema 1

Simak kunci jawaban Tema 7 kelas 5 halaman 35 27 41 42 Pembelajaran 3 Subtema 1 Buku Tematik SD kurikulum 2013 dalam artikel ini.

Pembelajaran 3 Subtema 1 Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan dalam Buku Tematik Tema 7 kelas 5 SD terdapat di halaman 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42 dan 43.

Siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, kemudian baru melihat kunci jawaban ini.

Kunci jawaban ini ditujukan kepada orang tua atau wali sebagai pedoman untuk mengoreksi hasil belajar anak.

Berikut kunci jawaban Tema 7 Kelas 5 pembelajaran 3 subtema 1 halaman 35 27 41 42 dan 30 32 33 yang dikutip dari beberapa sumber:

Kunci jawaban Tema 7 Kelas 5 halaman 35

Berdasarkan bacaan di atas, isilah kolom-kolom berikut sesuai dengan informasi yang kamu dapatkan dari bacaan!

Peristiwa Perlawanan terhadap Portugis

Jawaban:

1. Alasan Ternate melakukan perlawanan:

Portugis serakah, ikut campur dalam pemerintahan, membenci agama rakyat Ternate, dan bersikap sewenangwenang.

2. Pemimpin rakyat Aceh dan Ternate yang melakukan perlawanan:

Aceh:
Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528)
Sultan Alaudin Riayat Syah (1537-1568)
Sultan Iskandar Muda (1607-1636)

Ternate:
Sultan Hairun
Sultan Baabullah

3. Hasil perlawanan:

Benteng Portugis dapat direbut, kemudian Portugis menyingkir ke Hitu dan akhirnya menguasai dan menetap di Timor-Timur sampai tahun 1975.

Kunci jawaban Tema 7 Kelas 5 halaman 37

Setiap kelompok mencari informasi tentang perjuangan para tokoh sesuai dengan bagiannya masing-masing. Carilah dari buku-buku yang ada di perpustakaan, media elektronik, guru, atau sumber lain.

Jawaban:

Sesuai dengan informasi yang diterima masing-masing peserta didik.

Misal,

Nama tokoh: Pangeran Diponegoro

Asal daerah: Yogyakarta

Alasan melakukan perlawanan:

Belanda ikut campur urusan keraton Yogyakarta, bahkan mengganti raja dan urusan pemerintahan, harus ijin kepada kolonial Belanda

Rusaknya adat istiadat dan kehidupan beragama karena belanda

Kaum bangsawan sangat dirugikan karena sebagian besar sumber penghasilannya diambil alih oleh belanda

Baca juga :  Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 3 SD Halaman 23 24 27 Tematik Pembelajaran 3: Menjaga Kelestarian Energi

Rakyat semakin menderita karena tingginya pajak yang harus dibayar kepada belanda

Pemasangan patok-patok jalan yang secara sengaja mengenai/melewati makam leluhur pangeran diponegoro

Bentuk-bentuk perlawanan:

Bersama pasukannya melarikan diri ke arah tegalrejo untuk menghindari usaha penangkapan

Menjadikan goa selarong sebagai basis dalam menentukan setiap perlawanan perang gerilya

Melakukan berbagai perang gerilya serta melakukan perlawanan besar-besaran ketika musim hujan tiba dengan alasan karena senjata api belanda menjadi berkurang kemampuannya ketika musim hujan.

Menjadikan kyai mojo sebagai guru spiritual pemberontakan serta berkoordinasi dengan pakubowono VI serta raden tumenggung prawirodigdoyo, bupati gagatan untuk melakukan perlawanan terhadap belanda

Memobilisasi para bandit profesional untuk ikut serta melakukan perlawanan

Hasil Perlawanan :

Mengalami kekalahan setelah 5 tahun berperang. Pangeran Diponegoro ditangkap dengan tipu muslihat dan diasingkan ke manado lalu dipindahkan ke makassar.

Kunci jawaban Tema 7 Kelas 5 halaman 41

Ayo, ceritakan kepada Guru dan teman-temanmu.

Siapakah kamu?
– Termasuk ras apakah kamu?
– Termasuk suku apakah kamu?
– Apa bahasa daerahmu?
– Sebutkan satu kesenian yang menjadi ciri khas suku bangsamu.

Jawaban:

Sesuai dengan masing-masing peserta didik.

Kunci jawaban Tema 7 Kelas 5 halaman 42

Suku bangsa yang ada di Indonesia tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Bersama teman semeja, sebutkan daerah-daerah persebaran suku-suku tersebut dengan mengisi Peta Tematik berikut.

Jawaban:

Suku-suku di Pulau Sumatra:
Aceh
Batak
Minang
Melayu
Kubu

Suku-suku di Pulau Kalimantan:
Dayak
Punan
Kutai
Ngaju
Lawangan

Suku-suku di Pulau Jawa:
Osing
Jawa
Madura
Sunda
Tengger

Suku-suku di Pulau Sulawesi:
Bugis
Toraja
Buton
Minahasa
Lanan

Suku-suku di Kepulauan Maluku:
Ambon
Ternate
Kei
Tanimbar
Rana

Suku-suku di Pulau Bali dan Nusa Tenggara:
Bali
Sasak
Sumbawa
Alor
Flores

Suku-suku di Pulau Papua:
Asmat
Dani
Sentani
Senggi
Iban

Kunci jawaban Tema 7 Kelas 5 halaman 30

Berbagai kebijakan pemerintah kolonial telah menyengsarakan rakyat Indonesia. Salah satunya Sistem Tanam Paksa yang dilaksanakan pemerintah kolonial Belanda.

Baca juga :  Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 114 Dan 115: Uji Kompetensi

Apakah sistem tanam paksa itu?

Jawaban:

Sistem tanam paksa adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830.

Sistem ini mewajibkan seluruh penduduk yang menanam kopi, tebu, teh, tarum dan tanaman komoditas ekspor lainnya untuk diserahkan kepada pemerintah kolonial.

Apa pengaruhnya terhadap kehidupan rakyat Indonesia?

Jawaban:

Banyak tanah terbengkalai sehingga panen gagal, rakyat makin menderita, wabah penyakit merajalela, bahaya kelaparan melanda dan memaksa rakyat mengungsi untuk menyelamatlan diri, banyak kematian karena kelaparan.

Kunci jawaban Tema 7 Kelas 5 halaman 32

Ayo, temukan kosakata baku dan kata serapan pada bacaan yang berjudul “Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda”. Kemudian, carilah arti katanya. Kamu dapat mencarinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada Guru, atau berdiskusi.

Jawaban:

Kosakata baku

Kebijakan: Artinya Kepandaian/kemahiran

Penyimpangan: Artinya Proses, cara, perbuatan menyimpang

Jatah: Artinya Jumlah atau banyaknya barang dan sebagainya yang telah ditentukan (untuk suatu maksud atau untuk suatu daerah)

Panen: Artinya Pemungutan/pemetikan hasil sawah atau ladang dsb.

Mengungsi: Artinya Pergi menghindarkan / menyingkirkan diri dari bahaya atau menyelamatkan diri (ke tempat yang dirasa lebih aman)

Pajak: Artinya Pungutan wajib, biasanya berupa uang yang harus dibayar oleh penduduk sebagai sumbangan wajib kepada negara atau pemerintah.

Kunci jawaban Tema 7 Kelas 5 halaman 33

Pahamilah bacaan di atas! Tuliskan informasi penting dalam bacaan ke dalam kolom-kolom berikut dengan menggunakan prinsip: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana!

Jawaban:

Sistem tanam paksa

1. Apakah tanam paksa itu?

Sistem tanam paksa adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830.

Sistem ini mewajibkan seluruh penduduk yang menanam kopi, tebu, teh, tarum dan tanaman komoditas ekspor lainnya untuk diserahkan kepada pemerintah kolonial.

2. Dimanakah tanam paksa itu dilaksanakan?

Di Pulau Jawa, Sumatra Barat, Cirebon, Demak, Grobogan, Lampung & Palembang

Baca juga :  Jadwal Dan Syarat Pendaftaran Jalur Mandiri Universitas Hasanuddin Makassar 2022

3. Apa akibat tanam paksa?

Berbagai penyimpangan yang terjadi pada sistem tanam paksa menyebabkan penderitaan yang sangat besar untuk rakyat Indonesia yang berada di pedesaan khususnya di pulau Jawa.

Menimbulkan bahaya kelaparan dan juga penyakit terjadi di mana-mana yang menyebabkan angka kematian yang sangat besar.

Bahaya dari kelaparan yang menimbulkan korban jiwa yang sangat mengerikan yang terjadi di Cirebon (1843), Demak (1849), dan juga Grobogan (1850).

4. Siapakah yang menerapkan tanam paksa?

Pemerintah Kolonial Belanda

5. Bagaimana tanam paksa dilaksanakan?

Pencetus sistem tanam paksa adalah Johannes Van de Bosch.

Melalui rekomendasi Johannes Van de Bosch, seorang ahli keuangan Belanda ditetapkanlah dan Sistem Tanam Paksa atau Cultur Stelesel tahun 1830.

Pada tahun 1830 mulai diterapkan aturan kerja rodi (kerja paksa) yang disebut Cultuur stelsel. Cultuur stelsel dalam bahasa Inggris adalah Cultivation System yang memiliki arti sistem tanam.

Namun di Indonesia cultuur stelsel lebih dikenal oleh rakyat dengan istilah tanam paksa.

6. Siapakah penentang tanam paksa?

Tanam paksa yang diterapkan Belanda di Indonesia ternyata mengakibatkan aksi penentangan. Berkat adanya kecaman dari berbagai pihak, akhirnya pemerintah Belanda menghapus tanam paksa secara bertahap.

Salah satu tokoh Belanda yang menentang sistem tanam paksa adalah Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli.

Edward Douwes Dekker mengajukan tuntutan kepada pemerintah kolonial Belanda untuk lebih memperhatikan kehidupan bangsa Indonesia karena kejayaan negeri Belanda itu merupakan hasil tetesan keringat rakyat Indonesia. Dia mengusulkan langkah-langkah untuk membalas budi baik bangsa Indonesia.

*) Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.

Soal di atas sebagian besar berupa pertanyaan terbuka. Artinya, ada beberapa jawaban alternatif lainnya yang tidak terpaku seperti di atas.

(/Fajar)

Artikel lain terkait kunci jawaban buku tematik