Mengenal Modernisasi Dan Budaya Masyarakat Di Indonesia

Modernisasi merupakan suatu proses perubahan dari keadaan tradisional menuju masyarakat yang lebih maju (modern) atau masa kini.

Salah satu ciri masyarakat modern adalah sikapnya yang lebih terbuka terhadap sesuatu yang baru.

Keterbukaan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menguji hal baru tersebut.

Dikutip dari Buku Tematik SD/MI Kelas VI Menjelajah Angkasa Luar (2018) oleh Diana Karitas, jika hal baru dilakukan sesuai dengan norma yang ada, maka hal baru tersebut dapat dengan mudah diterima.

Namun, apabila ada norma masyarakat yang tidak sesuai dengan hal baru tersebut, masyarakat akan menolaknya, atau bisa menyesuaikannya.

Sikap mental dan budaya suatu masyarakat sangat menentukan diterima atau ditolaknya suatu perubahan sebagai bagian dari modernisasi.

Sikap mental yang dapat menjadi pendorong modernisasi antara lain adalah rajin, tepat waktu, berani mengambil risiko, disiplin, bersaing, adil, jujur, toleran, dan peduli lingkungan.

Baca juga :  Memahami Hukum Bacaan Nun Sukun Atau Tanwin Beserta Contoh Dan Cara Membacanya

Modernisasi memengaruhi masyarakat untuk mempertahankan kebiasaan lamanya secara tradisi, menggantikannya, atau menyesuaikannya.

Sikap mental dan budaya suatu masyarakat sangat menentukan diterima atau ditolaknya suatu perubahan sebagai bagian dari modernisasi.

Sikap mental yang dapat menjadi pendorong modernisasi antara lain adalah rajin, tepat waktu, berani mengambil risiko, disiplin, bersaing, adil, jujur, toleran, dan peduli lingkungan.

Modernisasi memengaruhi masyarakat untuk mempertahankan kebiasaan lamanya secara tradisi, menggantikannya, atau menyesuaikannya.

Modernisasi juga akan memengaruhi masyarakat yang akan mempertahankan budaya-budaya yang telah diturunkan dari nenek moyangnya.

Berkembangnya ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk menggali budaya-budaya untuk dipertahankan dan diperkaya.

Baca juga :  Sejarah R.A Kartini Yang Lahir 21 April 1879 Dan Perjuangan Emansipasi Wanita Di Indonesia

Melalui inovasi, budaya masyarakat dapat dipertahankan menjadi budaya masa kini dengan bantuan teknologi, misalnya melalui penyebaran informasi ke seluruh dunia dan melalui pameran-pameran budaya.

Budaya daerah pun dapat dimodifikasi menjadi sesuatu yang lebih masa kini tanpa meninggalkan makna dan arti nilai-nilai dari budaya tersebut.

Misalnya seperti yang dilakukan pada Jember Fashion Carnaval (JFC) yang melibatkan anak-anak muda untuk mengembangkan budaya daerahnya dalam acara lokal yang bertaraf internasional.

JFC digagas oleh salah satu putra asli daerah, Dynand Fariz.

Ia telah berhasil membuat mata masyarakat nasional maupun internasional untuk mengarah ke Kabupaten Jember.

Sebelumnya, Kabupaten Jember hanya dikenal sebagai daerah penghasil tembakau.

Kehidupan agraris masyarakatnya ternyata tidak menghalangi kreativitas warganya untuk mengembangkan daerahnya sebagai salah satu kota wisata fashion di Indonesia.

Baca juga :  PERBEDAAN Hari Lahir Pancasila Dan Kesaktian Pancasila, Berdasar Pada Sejarahnya

Dynand bercita-cita menjadikan Jember sebagai Kota Karnaval tingkat dunia.

Festival ini dikemas dalam nuansa masa kini tanpa meninggalkan budaya asli bangsa Indonesia.

Festival ini selalu mengusung tema-tema nusantara.

Tema-tema tersebut bertujuan untuk menyampaikan pesan tentang keindahan dan keragaman budaya masyarakat Indonesia.

Festival ini pun dapat dengan mudah mengundang para pemuda dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam kegiatan ini.

Perserta karnaval yang sangat beragam, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga.

Mulai dari petani hingga pegawai kantor, semua turut serta memeriahkan festival ini.

Bahan-bahan yang digunakan untuk festival pun merupakan bahan yang murah dan mudah didapat di daerah Jember.

(/Devi Rahma)

Artikel Lain Terkait Materi Sekolah