Seni Rupa Terapan: Pengertian, Unsur Seni, Contoh, Dan Perbedaannya Dengan Seni Rupa Murni

Seni rupa terapan adalah cabang dari jenis seni rupa.

Ada dua macam seni rupa, yaitu seni rupa murni dan terapan.

Menurut Artistry Found, perbedaan seni rupa murni dan terapan terletak pada tujuan pembuatan karya seni.

Seni rupa murni diproduksi hanya untuk tujuan estetika atau keindahan.

Hasil akhir dari seni rupa murni dinikmati secara visual bagi orang lain.

Seni terapan juga memiliki nilai estetik, namun lebih bertujuan pada fungsi dan desain.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini merangkum pengertian seni rupa terapan, unsur seni rupa, contoh seni rupa terapan, dan perbedaannya dengan seni rupa murni.

Pengertian Seni Rupa Terapan

Menurut Akademi Seni Rupa Terapan, seni rupa terapan adalah implementasi praktis dari prinsip seni dan desain.

Seni rupa ini merupakan bentuk dari desain kreatif yang mengekspresikan keterampilan teknis.

Cabang dari ilmu seni ini berkaitan dengan membuat objek untuk tujuan fungsional, bahkan seni komersial juga termasuk seni terapan.

Beberapa sub cabang dari seni terapan yaitu desain interior, arsitektur, desain produk, desain grafis, desain web, fotografi, periklanan, dan lainnya.

Menurut Aristoteles, seni rupa adalah ekspresi seni yang mungkin tidak memiliki tujuan yang pasti.

Dalam seni rupa, tujuan dari pembuatan karya seni itu adalah karya seni itu sendiri, misalnya gambar, sketsa, dan lukisan.

Baca juga :  Sejarah Wayang Kulit, Perkembangan Wayang Di Indonesia Dan Peran Dalang Dalam Pertunjukan

Unsur Seni Rupa Terapan

Seni rupa terapan memiliki beberapa unsur yang dibutuhkan dalam pembuatan karya seni rupa.

Dikutip dari Gramedia, berikut unsur seni rupa terapan:

1. Arah

Arah termasuk unsur dalam pembuatan seni rupa terapan.

Perbedaan arah pada penampakan hasil karya seni rupa terapan memberi dampak yang berbeda.

Unsur arah tersebut adalah lurus, belok, horizontal, vertical, condong, dan sebagainya.

Karya seni rupa yang memiliki arah condong dan belok-belok akan lebih terkesan dinamis.

Sedangkan arah horizontal atau vertikal akan terkesan lebih stabil.

2. Garis

Garis adalah unsur seni rupa yang sederhana.

Dalam setiap karya seni rupa terdapat garis, terutama pada karya seni lukis, gambar, dan sketsa.

Selain itu, garis dalam karya seni rupa merupakan alat ekspresi dari seniman.

Ada tiga karakter garis, yaitu garis bias yang terkesan emosional dan kaku, garis tipis yang terkesan lembut, dan garis tebal yang terkesan lebih tegas.

3. Nilai rasa

Unsur nilai rasa dalam karya seni rupa terapan yaitu tentang keindahan karya itu sendiri.

Setiap seniman mencurahkan ekspresi dan pemikiran dalam karya seni rupa, sehingga karya seni tersebut memiliki rasa.

Keindahan dalam karya seni dapat mempengaruhi emosi dari penikmat seni serta memberikan pemaknaan yang berbeda-beda pada tiap orang.

Baca juga :  Siapa Yang Menjahit Sang Saka Bendera Merah Putih? Inilah Profil Dan Sejarahnya

4. Bidang atau Shape

Bidang adalah unsur seni rupa yang berupa bangunan atau shape.

Bidang yang dimaksud meliputi bidang dalam unsur matematika seperti segitiga, kotak, kubis, lingkaran, dan sebagainya.

5. Warna

Warna dalam karya seni rupa adalah unsur yang penting dalam menciptakan kesan visual.

Unsur ini dimanfaatkan seniman untuk menciptakan karya seni dengan unsur keindahan.

Selain itu, warna dapat mempengaruhi kesan dari karya seni rupa terapan tersebut.

6. Gelap terang atau Value

Setiap karya seni memiliki unsur gelap terang.

Value atau gelap terang adalah unsur yang memperkuat unsur lain, terutama warna.

Karya seni yang memiliki warna gelap dapat memberi kesan suram dan sedih.

Sementara karya seni yang menggunakan warna terang dapat membawa kesan ceria dan semangat.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan

Dikutip dari Visual Art Cork, ada beberapa klasifikasi seni rupa terapan, yaitu:

Desain industri

Desain busana

Desain interior

Seni grafis dan desain (termasuk komputer grafis)

Seni dekoratif (misalnya furnitur, karpet, permadani, bordir, batik)

Perhiasan

Logam mulia

Tembikar

Keranjang

Seni mosaik

Seni barang keramik dan gerabah

Manuskrip iluminasi

Ilustrasi buku

Perbedaan Seni Rupa Terapan dan Seni Rupa Murni

Berikut ini perbedaan seni rupa murni dan terapan, dikutip dari Gramedia:

Baca juga :  20 Universitas Terbaik Di Indonesia 2022 Versi Webometrics: UI Teratas, Telkom Swasta Terbaik

1. Seni Rupa Terapan (Applied Art)

Seni rupa terapan lebih mengedepankan nilai efektifitas fungsi dan kegunaan.

Seorang seniman perlu mempertimbangkan nilai fungsi dari karya seni tersebut sebelum membuatnya.

Sehingga, seniman harus melihat pada kebutuhan pasar dan tanpa meninggalkan nilai estetika.

Karya seni rupa terapan tidak memerlukan pesan ekstrinsik di dalam hasil karya seni.

Beberapa contoh karya seni rupa terapan yang sering dijumpai adalah tembikar, karpet, gerabah, fotografi, dan lain-lain.

2. Seni Rupa Murni (Fine Art)

Seni rupa murni lebih mengutamakan unsur keindahan.

Seniman dari karya seni rupa murni bebas mengekspresikan perasaan melalui karya mereka.

Sehingga, mereka tidak perlu mengikuti tren pasar karena tujuan utama seni rupa murni adalah kepuasan batin.

Jadi, tujuan dari penciptaan karya seni rupa murni adalah menciptakan objek estetika yang dihargai karena kualitasnya yang bagus dan unik.

Seni rupa murni memiliki lima kategori disiplin ilmu yang berbeda yaitu sastra, drama, lukisan, patung dan musik.

Contoh seni rupa murni dapat dilihat pada lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci, pahatan Pieta karya Michaelangelo, drama-drama Shakespeare, musik karya Beethoven, karya sastra Bram Stoker dan lain-lain.

(/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Materi Sekolah